Read My Only by Irin Sintriana Online

my-only

Dia hadir tiba-tiba, tanpa permisi dan tanpa jeda.Menyuguhkan sepotong rasa.Tak biasa, namun begitu menggoda.Berkali mencoba menghindar, hati ini semakin tergetar.Rasa yang tidak pernah kucari namun datang sendiri.Tak mampu kuberlari apalagi sembunyi.Inikah rasa yang mereka sebut cinta?Jika itu benar, aku takkan lagi mengingkarinya.Karena sampai detik ini, kuakui aku makinDia hadir tiba-tiba, tanpa permisi dan tanpa jeda.Menyuguhkan sepotong rasa.Tak biasa, namun begitu menggoda.Berkali mencoba menghindar, hati ini semakin tergetar.Rasa yang tidak pernah kucari namun datang sendiri.Tak mampu kuberlari apalagi sembunyi.Inikah rasa yang mereka sebut cinta?Jika itu benar, aku takkan lagi mengingkarinya.Karena sampai detik ini, kuakui aku makin cinta._________________________________________________BOOK TRAILER MY ONLY: http://youtu.be/rl2vqSIpSkI_________________________________________________Keluarga adalah rumah, tempat berlindung, bercengkrama, dan berbagi keluh kesah. Keluarga memberi cinta, rasa percaya, dan keyakinan bahwa tidak ada yang sia-sia. Mari membaca cerita tentang keluarga, belajar tentang cinta dan rasa bahagia. (Sefryana Khairil, penulis novel Dongeng Semusim, Rindu, dan Coming Home)Lucu, romantis, dan menyentuh. Itulah tiga kata yang terlintas di benak saya saat membaca novel ini. Ada sensasi asam manis di dalamnya. Buku yang patut dibaca oleh semua pecinta novel! (Intan, freelancer)...

Title : My Only
Author :
Rating :
ISBN : 9789799111074
Format Type : Paperback
Number of Pages : 216 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

My Only Reviews

  • OceMei Belikova‚ô•
    2018-10-06 01:11

    Bab awal sangat menarik minat. Tentang seorang laki-laki dewasa sehat lahir batin yang berlagak bak seorang ayah yang selalu benar dalam segala hal. Alhasil, jika ia tak senang akan kondisi di rumahnya, atau jika ia tiba-tiba ber-mood jelek, maka istrinya akan menjadi sasaran empuk dari layangan tangannya. Tisya kecil mungkin masih belum tahu banyak hal. Tapi ia tahu satu hal, bahwa seorang suami seharusnya menyayangi istrinya, bukan memukulnya. Tisya yang sering menyaksikan kejadian itu, selalu membela ibunya. Karena tindakannya yang berani, ayahnya mengurungnya di gudang setiap kali ia dan istrinya bertengkar.Tisya kecil takut, tapi tidak ada yang bisa menyuruhnya berhenti untuk membela ibunya. Suatu ketika, perbuatan kasar ayahnya mengakibatnya ibunya harus dilarikan kerumah sakit. Akibat benturan yang keras, ibu Tisya mengalami amnesia. Karena stress berkepanjangan, ia pun menjadi gila dan ayahnya ditahan di penjara.What a life. Seorang anak kecil seperti Tisya sudah harus mengalami berbagai cobaan berat yang menimpanya dan ibunya. Seperti ibarat, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sejak saat itu pula, Tisya trauma dengan yang namanya laki-laki. Baginya semua laki-laki akan berperilaku sama seperti ayahnya.Tisya yang berhati keibuan memulai karirnya sebagai guru di sebuah sekolah. Di sana ia bertemu dengan Ben, lelaki yang kelihatannya begitu tertarik pada Tisya. Ben melontarkan kata-kata manis dan disambut dengan kata-kata pedas dari Tisya. Tapi tentu pandangan tak percaya, benci,dll itu bisa berubah ketika seseorang begitu commit dalam perbuatan dan perkataannya kan? :)"Kau berhak membenciku dan aku berhak menyukaimu." pg66"Itu cukup bagiku, Sya. Asal kamu mau berjanji untuk membuka hatimu, aku akan mencari jalan untuk masuk ke dalamnya."pg.90http://sikutubukuocemei.blogspot.com/...

  • Chi
    2018-10-01 03:17

    "Ringan... Pas buat weekend atau santai, kata irin klo ditambah segelas teh lebih oke :)"Itu Review singkatku 6 Mai 2012, saat pertama kali membaca novel ini.Sekarang 23 Januari 2013, setelah membaca ke2 kalinya, aku ingin memperbaiki dan menambahkan reviewku, selain ingin belajar mereview, berhubung sedang ada lomba, siapa tau aku beruntung bisa dapat Novel terbarunya Irin "Prisoner of Ur Heart" bertandatangan :)Cerita ini bermulai saat Tisya,guru Bahasa Indonesia baru di SD Plus santo Maria memulai hari pertamanya dengan mendapat gangguan guru lelaki bernama Ben. Tisya bersikap sangat dingin dan ketus terhadap Ben yang semakin hobi mengganggu si ibu cantik. Bukan tanpa sebab Tisya berlaku seperti itu, semua mengakar dari trauma masa kecilnya. Saat itu Tisya kecil sangat sering mendapat perlakuan kasar dari sang ayah, Pak Tio. Tisya selalu menutup diri dari yang namanya pria. Terlebih lagi, dimata Tisya ben terlalu ramah, suka menggoda sehingga terkesan Play Boy.Sikap berbeda 180 derajat ditunjukkan Tisya saat mengajar, di depan anak-anak itulah ia menunjukkan Tisya yang sesungguhnya, teramat lembut, ceria dan penuh kasih sayang. Sikap inilah yang membuat Tisya cepat mendapat tempat dihati murid-muridnya dan suster kepala. Sebentar saja Tisya, calon guru yang masih dalam masa percobaan menjadi favorit di sekolah.Sebuah kejadian mengubah sikap antipati Tisya pada Ben menjadi mulai melunak. Hari itu Tisya sedang mencari buku pelajaran di gudang sekolah, tetapi karena menemukan buku dongeng dan asik membaca sampai ia ketiduran. Pintu gudang dikunci, Ben tidak tau Tisya masih disana.Sampai malam, Tisya belum juga pulang dan membuat tantenya cemas, menelpon suster kepala. Bersama-sama dengan Ben mereka mencari Tisya di sekolah, dan menemukan dia meringkuk menangis ketakutan. Tisya trauma pada gelap, lagi-lagi ayahnya yang suka berbuat jahat dan mengurungnya digudang waktu kecil. Bahkan ayahnyapun tega melukai ibunya, sampai ibunya kehilangan ingatan dan masuk rumah sakit jiwa."Kau berhak membenciku, dan aku berhak mencintaimu," ujar Ben- halaman 66Begitulah kegigihan ben untuk membuat Tisya membuka hatinya, kalimat romantis ini diucapkannya saat Tisya mulai membuka diri setelah Ben menjadi penyelamatnya di gudang waktu itu."Asal kamu mau berjanji untuk membuka hatimu, aku akan mencari jalan untuk masuk ke dalamnya" ~My Only, halaman 90.Ketulusan Ben, kegigihannya untuk memperjuangkan cintanya sangat mengharukan. Dan membuat pembaca wanita berharap, akan ada orang serupa ben yang bisa mencintainya dengan sebegitu besarnya :D *curcol dikit yaaa*Irin membangun cerita ini dan konfliknya mengalir, ada saat-saat klimak misalnya ketika Dian, sahabat Ben merasa cemburu dengan kehadiran Tisya yang dianggap merebut Ben. Tetapi cinta yang kuat adalah cinta yang mampu bertahan mengalahkan seberat apa pun rintangannya.Mampukah Ben dan Tisya?Belum lagi hubungan mereka mendapat tentangan, ibu Ria, mamanya Ben. Ia takut nama baik keluarganya tercemar setelah mengetahui bahwa Ibunda Tisya di rawat di rumah sakit jiwa sedangkan ayahnya mantan narapidana.My Only, adalah pembuktiannya. Silahkan baca langsung bukunya bagi yang penasaran bagaimana akhir kisan ini.Catatan sedikit, aku menemukan salah ketik di halaman 122 "Om titip salaH buat kamu ya." Maksudnya titip salaM. Secara keseluruhan tanda baca tidak ada masalah, mungkin karena Irin yang aslinya seorang guru sudah terbiasa dengan EYD.Gaya bahasanya, dibeberapa bagian ada yang sedikit kaku dan terkesan terlalu formal.Tetapi ini tidak terlalu menganggu keseluruhan cerita, tetap ringan dan mengalir. Maka 3 Bintang dariku buat Novel ini.

  • Amel Armeliana
    2018-09-18 06:14

    Cuma perlu waktu yg singkat menyelesaikan buku ini. Ceritanya ringan dan cukup menghibur. Selingan setelah membaca 3 buku yg tebel2 bgt.Ceritanya ttg Tisya, seorang gadis yg mempunyai masa lalu yg membuatnya trauma terhadap pria, krn ayahnya dulu sering memukuli ibunya dan mengurung Tisya di gudang yg gelap, sampai suatu hari ayahnya mendorong ibunya hingga tdk sadarkan diri dan kemudian menderita amnesia yg menyebabkan sang ibu terganggu kejiwaannya dan hrs mendekam di rmh skt jiwa. Sang ayah pun dijebloskan ke penjara.Ketika Tisya menjadi seorang guru di sebuah SD, dia bertemu Ben, cowok ganteng yg pd awalnya membuat dia kesal tp perlahan2 membuatnya jatuh cinta jg. Sayang hubungan mrk ditentang oleh ibu Ben yg tdk menyukai latar belakang Tisya. Sanggupkah Tisya menghadapi tentangan dr ibunya Ben? Yakinkah dia akan kekuatan cinta mrk berdua?Ini novel Irin ke 3 yg dibaca dan cukup menyukai gaya ceritanya. Ceritanya simple dan menghibur. Liked it :)

  • Dina
    2018-09-28 06:36

    Sebenernya udah nyelesain buku ini beberapa hari yg lalu, tp baru sempet uptodate..Suka sama buku ini!! Dari cover yang "manis bgt" dengan warna pink dan sentuhan bunga2 yang buat gue suka sm cover buku ini. Isinya juga bagus kok, alurnya ngalir. Sebenernya buku ini juga ngajarin kita buat memaafkan, apapun itu kesalahannya dan jangan nganggep orang lain seperti orang yang udah nyakitin kita dulu. Walopun emang sakit, tp kita gak boleh berhenti di waktu itu dan harus tetep berjalan kedepan. Sempet nangis waktu di bab "Forgiving" walopun gak terlalu kejer, tp udah buat meneteskan air mata pas Tisya manggil dia "Ayah" huhuhuhuhu jd pen nangis lg T_TDannnn oh myyy BEN!!! Karakter yg gue suka bgtt, dia rela ngelakuin apa aja.. Ahh gue udh gak bisa deh ngebayangin dia kayak gimana lg :(btw recommended this book! :)

  • Sophie Maya
    2018-09-21 02:17

    ini novel pertama kak irin yang kubacakenapa kubikin rating nya empat? karena irin berhasil membuatku jatuh cinta secara alami pada sosok Ben karakter Ben disini nggak terlalu dipaksakan sebagai seorang cowok yang kuat, dia mengalir apa adanya tetapi punya kharisma kuat untuk membuat pembaca gregetan dengan tingkahnyaaku juga suka dengan dunia pekerjaan yang diceritakan irin disini, subjektif sih, tapi menurutku profesi guru itu keren bgt buat dijadiin ide ceritasaranku buat kak irin, profesi guru itu mungkin lebih baik kalo dieksplore lagidan mungkin bisa membuatku jatuh cinta terpati2 sama Ben :D

  • Atiqoh Hasan
    2018-09-24 07:26

    awal pertama pilih beli buku ini karena tertarik sampulnya, sederhana. isinya? biasa saja. yes, dari awal lembaran baca, ceritanya adalah sinetron banget, drama, ftv gitu. terlalu banyak latar/ setting yang nggak detail, kayaknya terlalu buru-buru nulisnya. dan lagi, percakapan antar satu tokoh dan tokoh lain juga terlalu monoton. maksudnya, terlalu banyak percakapan, hingga penggambaran setting miss. tapi lumayanlah, udah 5 buku yang ditelurkan. sukses.

  • tikaas
    2018-09-22 06:21

    suka sama buku ini karena ada beberapa konflik yang saya suka disini. ketika kisah cinta yang ditentang oleh orang tua ben, belum lagi masalah keluarga Tisya di masa lalu, dan ia akhirnya mau bertemu ayahnya dan memaafkannya. ahh... I wan't to write story like that, but I can't :(dan endingnya yang selalu jadi impian saya di kemudian hari wkwkw..

  • Erlina
    2018-10-13 07:11

    Novelnya bagus kak. Tingkatkan lagi.. NB : sekali-kali bikin novel yang ceritanya sadis kak. wkwk :p

  • Yoga Febrian Pratama
    2018-09-25 03:26

    Great, light. Nice for weekends, with a glass of espresso :9

  • Vie Olyvia
    2018-10-01 03:12

    really Love this bookbuku ini bener" bikin terhayut dalam suasananya ^^1 comment Kurang panjang ka wkwk

  • Meliana
    2018-10-01 09:16

    suka banget sama ceritanya....

  • Pattrycia
    2018-09-19 07:35

    Drama banget, adegan2nya typical sinetron. Nonetheless penulis berhasil mengemas adegan2 tsb menjadi sebuah tulisan yang kayak untuk dibaca. Thumbs up for the effort!

  • Erika
    2018-09-23 07:12

    Adegan awalnya sinetron banget.Endingnya dipaksakan sepertinya.Tapi yah, lumayan dengan cover yang manis

  • lee yuna
    2018-10-11 04:15

    because of you