Read Indonesia X-Files by Abdul Mun'im Idries Online

indonesia-x-files

“Kamu gila. Ngelawan arus. Pulang tinggal nama entar." Begitu yang terlontar dari kolega dr. Abdul Mun’im Idries, ketika akhir 1993, dokter forensik ini berani menjadi saksi ahli kasus pembunuhan Marsinah. Kala itu, santer diyakini pejuang buruh ini dihabisi oknum militer—ketika militer paling ditakuti dengan penculikan senyapnya. Tapi berani-beraninya Mun’im mengusik tent“Kamu gila. Ngelawan arus. Pulang tinggal nama entar." Begitu yang terlontar dari kolega dr. Abdul Mun’im Idries, ketika akhir 1993, dokter forensik ini berani menjadi saksi ahli kasus pembunuhan Marsinah. Kala itu, santer diyakini pejuang buruh ini dihabisi oknum militer—ketika militer paling ditakuti dengan penculikan senyapnya. Tapi berani-beraninya Mun’im mengusik tentara. Lalu, apa yang dihadapi Mun’im dan fakta apa yang ia temukan ketika harus terjun pada detik-detik mencekam Tragedi Trisakti dan Tragedi Semanggi? Bagaimana analisis forensiknya terkait pembunuhan Munir, Tragedi Tanjung Priuk, Tragedi Beutong Ateuh, dan sebagainya? Mun’im dalam buku ini membongkar arsip, membeberkan fakta-fakta mengejutkan, mengungkap sejumlah nama tabu, di samping berbagi kisah dan cara ilmiah (kedokteran) forensik dalam membongkar kriminalitas dan kejahatan di negeri ini....

Title : Indonesia X-Files
Author :
Rating :
ISBN : 9786027816602
Format Type : Paperback
Number of Pages : 359 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Indonesia X-Files Reviews

  • htanzil
    2018-11-28 10:20

    Buku Indonesia X-Files karya pakar forensik Indonesia, dr Abdul Mu'nim Idries, Sp.F yang belum lama terbit ini ini tampaknya langsung menarik perhatian publik. Buku yang untuk pertama kalinya dicetak sebanyak 3000 eks laris manis diburu pembaca dan hanya dalam waktu 10 hari saja penerbit memutuskan untuk mencetak ulang sebanyak sebanyak 4000 eks.Apa yang membuat buku ini banyak diincar orang?, judul yang menarik dan nama besar besar penulisnya, dr. Abdul Mun'im Idries yang dikenal sebagai dokter forensik eksentrik yang suka bicara blak-blakan tentunya akan membuat orang menduga bahwa dalam buku inipun dr. Mun'im akan menulis blak-blakan tentang kasus-kasus pembunuhan yang pernah ditanganinyaSeperti yang diduga orang buku ini memang membeberkan fakta-fakta mengejutkan dibalik kasus-kasus pembunuhan misterius di Indonesia yang mungkin selama ini tidak diketahui publik umum seperti kasus kematian Bung Karno, Marsinah, Munir, Nasrudin, Tragedi Trisakti, Tanjung Priok, dll. Walau tidak semua kasus itu merupakan kasus yang secara langsung ditanganinya secara forensik namun penulis tetap memberi pendapatnya sesuai dengan ilmu yang ia pelajariDalam kematian Bung Karno dr. Mu'nim menyetujui pendapat sebagian orang yang menyimpulkan bahwa Bung Karno dibiarkan meninggal dunia secara pelan-pelan karena selain dalam keadan sakit Sang Proklamator itu terkurung di Wisma Yaso dalam keadaan stress dan depresi."Dapat disimpulkan bahwa tindakan pengucilan, perlakuan yang tidak manusiawi serta masalah atensi dan esksistensi serta kondisi kesehatan yang buruk dapat merupakan kondisi yang memungkinkan tewasnya tokoh nasionalis yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya" (hlm 44)Jika Bung Karno dibiarkan meninggal perlahan-lahan dalam keadaan terkurung, sakit dan depresi, lain lagi halnya dengan Marsinah, aktivis buruh yang nyawanya sengaja dihilangkan dengan cepat pada September 1993. Di buku ini penulis mengungkap kejanggalan visum et repertum (VR) yang dibuat pembuat oleh dokter yang melakukan VR terhadap jenazah Marsinah,"..korban meninggal dunia akibat pendarahan dalam rongga perut. Padahal menurut penulis, kejelasan yang seharusnya diutarakan pembuat VR adalah penyebab kematian (tusukan, tembakan, cekikan) bukan mekanisme kematian (pendarahan, mati lemas). Karena mekanisme kematiannya pendarahan, itu tidak bisa memberi petunjuk perihal alat atau benda yang menyebabkan korban, yaitu Marsinah tewas." (hlm 28)Selain itu penulis juga menyanggah penyebab kematian Marinah karena kemaluannya ditusuk oleh balok karena ternyata ternyata barang bukti yang dipakai untuk menusuk kemaluan korban ternyata lebih besar dari ukuran luka yang terdapat dalam tubuh korban. Demkian juga karena kerusakan yang begitu hebat atas kemaluan korban hingga ke tulang kemaluan korban patah berkeping-keping maka penulis menyimpulkan pendapatnya bahwa luka di kemaluan korban bukan karena benda melainkan akibat luka tembak."Ketika Trimoelja meminta pendapat tentang kekerasan yang bagaimana yang dapat menimbulkan kerusakan demikian hebat,....... saya sebagai saksi ahli berpendapat : akibat luka tembak" (hlm 31)Seperti halnya dalam kasus Marsinah dimana penulis mengungkap pendapatnya tentang cara kematian korban, dalam kasus Munir dimana ia diberi tugas untuk menanganinya, dr Mu'nim dengan gamblang menyangkal laporan yang menyatakan bahwa kematian Munir akibat keracunan arsenik yang dimasukkan dalam jus yang diminumnya di dalam pesawat."Menurut saya, hal itu sangat tidak mungkin. Sebab arsenik itu mudah larut di air panas (hangat) bukan air dingin. Tetapi tim yang berangkat membuat skenario sendiri bahwa arsenik itu dimasukkan ke minuman jus. Itu kan dingin, arsenik akan mengendap, kelihatan. Jadi kalau ingin larut harus di air panas atau hangat. Itu yang dipakai" (hlm87)Dari kenyataan itu penulis menarik kesimpulan bahwa arsenik tersebut dimasukkan dalam kopi atau teh yang diminum Munir di Coffe Bean saat pesawat transit di SingapuraDalam membahas kasus Munir ini penulis membeberkan fakta-fakta dan pendapatnya secara detail sehingga dibutuhkan 14 halaman untuk menuliskannya, lebih panjang dari kasus-kasus lain yang dibahasanya. Dalam kasus ini penulis juga mempertanyakan keseriusan pemerintah untuk membongkar kematian Munir dimana pertemuan perama dari tim yang dibentuk Presiden SBY untuk mengungkap kasus ini dipimpin oleh Wakil direktur Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) yang tidak 'nyambung' dengan kasus pembunuhan. Selain itu penulis juga mengungkapkan kejanggalan penugasan Pollycarpus (pilot Garuda) yang satu pesawat dengan Munir.Masih banyak hal menarik yang terungkap dalam buku ini. Khusus dalam pengungkapan kasus-kasus kontroversial penulis membeberkan dengan gamblang berdasarkan fakta forensik yang ditemuinya. Walau demikian buku ini tidak berpotensi menimbulkan kemarahan dari pribadi atau lembaga yang namanya tertulis karena semua nama dan lembaga yang disebut dalam buku ini ditulis berdasarkan apa yang telah terungkap di pengadilan. Dalam buku ini penulis hanya mengungkap fakta selebihnya penulis memberi kesempatan pada pembaca untuk menafsirkan sendiri apa yang tersembunyi dibalik fakta-fakta tersebut.Tidak hanya menyangkut pembeberan fakta-fakta kasus-kasus kejahatan yang fenomenal yang terdapat di bab pertama, di bab dua penulis menyuguhkan berbagai hal mengenai dunia forensik seperti bagaimana bedah mayat baik karena pembunuhan maupun kecelakaan, cairan sperma pada tubuh korban perkosaan, dll dapat mengungkap berbagai kasus kejahatan. Selain itu kejahatan narkoba dan kejahatan seksual dan kekerasan terhadap anak juga mendapat bahasan khusus di bab ketiga dan keempat.Di bab lima dibahas bagaimana peran kedokteran forensik sebagai 'pisau ilmiah' bagi penegakan hukum dan keadilan. Lalu dijelaskan pula bagaima masyarakat berhak tahu terhadap hasil visum, kapan seorang dinyatakan meninggal dunia, dan bagaimana cara identifikasi massal terhadap korban kerusuhan dan kebakaran. Dan pada bagian terakhir, buku ini menyuguhkan salinan berita- kasus pembunuhan, amukan masa, dan kematian tokoh dari berbagai media massa sebagai pelengkap dari apa yang sudah disajikan di bagian kesatu hingga kelima.Setelah membaca seluruh tulisan dokter Mu'nim dalam buku ini saya rasa isi buku ini lebih luas dari judulnya. Karena yang benar-benar dikategorikan 'x-file' hanya ada di bab pertama saja. sementara kelima bab lainnya lebih merupakan pengungkapan dunia forensik yang tidak kalah menariknya dengan bab pertama.Yang agak disayangkan pada buku ini adalah tidak adanya pengungkapan atau catatan penulis atas kasus-kasus yang lebih mutakhir dan berskala besar seperti identifiasi korban bom bali I & II, jatuhnya pesawat Sukhoi di Gunung Salak Bogor yang tentunya keduanya merupakan kerja 'besar' bagi kedokteran forensik dalam mengidentifikasi korban yang sudah tidak utuh lagi, atau bagaimana cara kerja kedokteran forensik dalam memastikan identitas para teroris yang tertembak mati dalam operasi Densus 88.Terlepas dari itu buku ini secara keseluruhan tetap menarik dan menambah wawasan pembacanya. Mencermati berbagai kasus kejahatan yang dibahas secara forensik dalam buku ini kita akan melihat bagaimana dunia kriminalitas, hak asasi manusia, dan kualitas penegakan hukum yang terjadi di Indonesia.Selain itu bagi mereka yang ingin mengenal lebih banyak tentang dunia dan dinamika dunia forensik, buku ini bisa menjadi rujukan. Walau penulisnya seorang dokter namun jauh dari kesan tulisan ilmiah karena ditulis dengan bahasa yang lugas dan sederhana sehingga dengan membaca buku ini ilmu kedokteran forensik menjadi makin mudah dimengerti bagi pembaca [email protected]

  • Alfath R
    2018-11-19 17:24

    Pernah lihat drama 'Tru Calling'? Nah... saat lihat buku ini saya berimajinasi bahwa penulis mungkin bisa 'berkomunikasi' dengan si jenazah. Hehe.. minimal, meski bukan dengan makna sebenarnya, saya yakin seseorang yang berprofesi sebagai dokter forensik akan berupaya membaca kondisi jenazah atas luka dan tanda yang 'tertinggal' pada bagian tubuh mereka. Berisi kurang lebih 46 tulisan saling lepas yang ditulis beliau sendiri, dan beberapa penulis yang tulisannya telah publish di surat kabar tertentu. Tulisan yang disusun beliau sendiri lebih condong bergaya jurnal. Isinya tidak jauh dari apa yang terjadi berdasarkan pengamatan dari tubuh korban, dari sana penulis menggiring pembaca untuk memahami kemungkinan-kemungkinan tertentu dari suatu peristiwa, serta 'mengajak' pembaca untuk turut memikirkan pertanyaan lain yang seharusnya dijawab oleh para penyidik di negeri ini. Apalagi bahasa yang digunakan cukup 'mengalir' dan tidak seperti membaca buku referensi yang baku.Meskipun saya menemukan hal-hal yang tidak mampu saya pahami terkait istilah dan prosedur tertentu, saya tetap ingin menyelesaikan buku ini sampai akhir. Paparan yang ada seolah-olah mengajar pembacanya untuk sabar 'berlatih' dalam membuat keputusan. Misalnya dalam contoh berikut."Dua orang ibu rumah tangga yang tinggal bersebelahan terlibat dalam pertengkaran yang seru, mula-mula hanya bersilat lidah, tetapi pada akhirnya saling baku hantam. Perkelahian baru berlangsung sebentar, tetapi salah satunya diam, kemudian meninggal dunia. Kasus ini sangat jelas, dimulai dari pertengkaran yang diikuti dengan perkelahian dan diakhiri dengan kematian. Ibu rumah tangga yang menang dituduh telah melakukan pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan kematian." (hal. 100)Sepotong kasus di atas diberikan sebagai salah satu penjelas mengapa bedah mayat diperlukan. Sekilas pemenang dianggap sebagai pembunuh. Namun hasil otopsi dapat digunakan sebagai bukti apakah 'korban' dibunuh atau meninggal karena kesehatannya sendiri yang memburuk. Tentu saja menentukan keakuratan otopsi tidak bisa dibilang mudah juga, ada hal-hal tertentu yang perlu dijaga agar hasil otopsi memberikan hasil maksimal. Jujur, ada bagian-bagian tertentu yang menurut saya mudah dipahami malah rawan untuk dipelajari bagi pihak-pihak yang ingin 'mengaburkan' atau bahkan 'menggagalkan' berlangsungnya kegiatan otopsi. Buku ini cocok untuk calon pembaca yang ingin mendalami hukum, kepolisian, dan kriminologi. Tidak salah juga untuk para calon pembaca yang memiliki jiwa penasaran seperti saya. Juga untuk kalian para pembaca genre detektif yang sabagian besar ceritanya merupakan rekaan berdasar riset tertentu, tidak ada ruginya membaca buku ini untuk memperkaya referensi dari pakar yang sebenarnya.

  • Kholee G.
    2018-11-20 10:44

    Inilah sebuah buku yang memberikan kita peringatan tentang betapa pentingnya menulis itu...Saya mengenal dr. Abdul Mun'im Idries,Sp.F (Alm) hanya lewat televisi semata; sebagai dokter forensik nyentrik yang paling sering masuk tivi. Mungkin pengetahuan saya yang terbatas itulah yang menyebabkan buku ini tidak langsung saya beli saat ia teronggok pertama kali di toko buku, walaupun saya menandai buku ini sebagai bacaan selanjutnya. Ceritanya menjadi lain saat bulan September 2013, ketika pak dokter diberitakan telah meninggal dunia. Berpikiran bahwa buku ini adalah karya pertama dan terakhir yang begitu sayang dilewatkan, buku ini langsung menjadi prioritas utama saya saat ke toko buku. Sayangnya, buku ini ternyata telah habis. Untungnya, beberapa minggu kemudian, saat saya mengunjungi sebuah toko buku kecil, buku ini berhasil ditemukan, tinggal satu pula. Buku itu pun jadi milik saya.Hanya saja, waktu itu saya masih terkena penyakit malas baca buku ._. Makanya buku ini baru tamat sekarang ._.Indonesia X-Files terbagi menjadi enam bab. Bab pertama, 'Menyibak Fakta-Fakta Tersembunyi', berisi tentang serangkaian kasus-kasus terkenal dan kisah menarik yang berkaitan dengan pengalaman dokter Mun'im Idries sebagai dokter forensik. Kemudian, di bab dua, 'Kasus-Kasus Kedokteran Forensik, Serangkaian Kisah Membongkar Kejahatan', diceritakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dokter forensik dan pentingnya tindakan tersebut dalam mengungkap kejahatan, lengkap dengan contoh kasusnya. Bab tiga dan empat, 'Mengungkap Kejahatan Narkoba' serta 'Membongkar Kekerasan Seksual dan Kejahatan Terhadap Anak', bertutur tentang peran kedokteran forensik dalam kejahatan-kejahatan tersebut. Di bab lima, 'Kedokteran Forensik Sebagai "Pisau" Ilmiah, pak dokter menceritakan bagaimana sebenarnya ilmu kedokteran forensik bekerja dalam kerangka kerja ilmiah serta akibatnya yang kadang sering tidak dipahami masyarakat. Sebagai penutup, bab 'Pembunuhan Sadis, Amukan Massa, dan Kematian Tokoh' berisi catatan dokter Mun'im Idries ataupun artikel koran yang bercerita tentang beberapa kematian-kematian yang diperiksanya selama masa kerjanya.Melalui buku ini, dokter Mun'im berhasil menceritakan sekelumit pengetahuan tentang kedokteran forensik. Ilmu yang selama ini hanya diketahui sebagai 'bedah mayat' dibuka tabirnya kepada masyarakat luas melalui serangkaian kasus yang menggarisbawahi pentingnya kedokteran forensik itu. Kemudian, pak dokter juga memberikan penjelasan yang padat dan mudah dipahami mengenai apa saja yang ada di dalam kedokteran forensik. Namun yang lebih penting lagi, buku ini memberikan apa yang selama ini disalahpahami masyarakat, yaitu bagaimana sebenarnya kedokteran forensik bekerja dan bagaimana sebenarnya posisi kedokteran forensik di mata hukum.Namun, sayangnya, untuk buku sekelas terbitan Mizan Group, buku ini masih memiliki beberapa kesalahan ketik. Ada pula kalimat-kalimat yang ambigu, tak terang maknanya (Maaf ya, jika saya tidak mencatat dimana letak kesalahannya, tapi seingat saya memang ada salahnya). Lalu, di bagian pertama sekali, penggunaan kata 'penulis' sebagai kata ganti pertama dirasa terlalu formal untuk buku yang formatnya sendiri bukan publikasi ilmiah, yang jelas menempatkan objektivitas sebagai panduan penulisan utama.Akhir kata, Indonesia X-Files berhasil menjadi sebuah buku yang membuka mata kita mengenai wujud sebenarnya dari kedokteran forensik itu.NB. Wahai kalian yang cerdas dan berilmu! Dokter Mu'nim Idries berhasil mengabadikan ilmunya dan mengajarkannya kepada khalayak awam dengan hasil tulisannya, bahkan walaupun kehadirannya tak seiring dengan bukunya lagi. Tidakkah kalian ingin mewariskan apa yang kalian ketahui kepada umat manusia juga? Atau, kalian hanya ingin menjadi orang-orang seperti dalam kata Prof. Adrianus Meliala, Ph.D dalam kata pengantar buku ini, "Bagi saya selaku kriminolog dan juga selaku rekan penulis, tetap ada hal yang membedakan penulis dengan pihak-pihak lain yang mengomentarinya.Hal yang pertama adalah, dr. Abdul Mun'im Idries memang menulis sementara yang lain hanya berbicara. Hal kedua, penulis memang mencatat, sementara yang lain cenderung menjadikan pengalaman sehari-harinya berlalu begitu saja."

  • Edy
    2018-12-16 12:41

    Buku ini menguraikan tentang peranan kedokteran forensic dalam menyingkap fakta yang sifatnya scientific based untuk penegakan keadilan (baik dalam tahap penyidikan, penuntuttan dan pemeriksaan di pengadilan). Buku ini ditulis oleh dr. Abdul Mun’im idries yang merupakan pakar forensic yang sangat disegani di tanah air dan punya kredibilitas tinggi. Beliau mempunyai banyak pengalaman dalam melakukan berbagai otopsi dan menjadi saksi ahli dalam kasus Marsinah (aktivis buruh di Mojokerto), kasus Munir (aktivis HAM), dan berbagai kasus pidana yang menghebohkan di tanah air.Menurut beliau, bedah mayat forensic bertujuan untuk mendapatkan kejelasan tentang (a) siapa jati diri korban yang meninggal, (b) kapan korban diperkirakan tewas, (c) apa yang menjadi penyebab kematian, dan senjata apa yang menjadi penyebab kematian, (d) bagaimana cara kematian korban yang sebenarnya missal pembunuhan, bunuh diri, kecelakaan dllBerdasar pengalaman beliau, Keberhasilan pengungkapan suatu kasus akan dipengaruhi oleh : (a) waktu pemeriksaan, semakin segera pemeriksaan dilakukan maka hasilnya semakin baik, (b) keaslian barang bukti, (c) teknik pemeriksaan dan kompetensi dokter yang melakukan pemeriksaan, (d) koordinasi untuk mendapatkan informasi pendukung dari pihak lain seperti penyidik.Membaca buku ini kita akan diajak menjelajahi dunia forensic dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Beberapa pesan moral yang termuat dalam buku ini adalah: (a) dokter dituntut mempunyai integritas yang tinggi dan berani melawan tekanan dalam mengungkap kebenaran, (b) menjadi dokter forensic adalah panggilan jiwa sehingga harus siap untuk bekerja kapanpun juga, (c) dokter memikul tanggung jawab moral dan sumpah, sehingga harus selalu bekerja dalam koridor profesionalisme dan etika dokter, (d) dokter forensic hanyalah mengungkap sebagian fakta untuk sebuah kasus, sehingga HARUS membatasi diri dan berhati-hati agar yang diungkap adalah FAKTA HUKUM dan bukan opini berdasarkan perkiraan belaka Karena pendapat dari ahli seperti dokter forensic ini bisa mempengaruhi proses hokum atau menimbulkan konsekwensi hukum.

  • Muhammad Abdul Aziz
    2018-12-07 09:49

    Buku ini menceritakan berbagai kasus yang pernah ditangani oleh Abdul Mun'im Idries serta kasus-kasus lain yang dikomentari oleh beliau, tentu dengan sudut pandangnya sebagai dokter forensik yang nyentrik dan ceplas-ceplos. Beliau seperti ingin memperkenalkan dunia kedokteran forensik kepada masyarakat awam lewat kasus-kasus terkenal yang banyak diketahui. Sayangnya banyak istilah-istilah kedokteran yang tidak dijelaskan artinya sehingga sulit dimengerti oleh awam seperti saya.Menurut saya buku ini juga kurang menggigit. Saya berharap penulis akan membocorkan segala hal yang dia ketahui terkait berbagai kasus. Namun ternyata tidak. Penulis hanya melaporkan pengalamannya dalam penanganan forensik. Sebatas pada keahliannya. Sebatas pada tanggung jawabnya dan area yang dikuasainya. Sedikit sensasi yang dimunculkan. Akhirnya, beliau pun tidak mengungkap juga tidak berpendapat dan menduga-duga siapa benar siapa salah dalam kasus pembunuhan dan persidangan kriminal. Padahal saya berharap ada bocoran yang diungkap oleh beliau. hehe..

  • Jap Hengky
    2018-12-11 11:24

    Jelas pentingnya peranan atau eksistensinya ilmu kedokteran forensik, baik di dalam proses penegakan hukum dan keadilan, upaya mengungkap misteri kejahatan, maupun pemeriksaan atas kasus - kasus yang diduga kuat merupakan pelanggaran HAM. Penulis menggambarkan rangkaian peristiwa dimana beliau terlibat sebagai dokter forensik. Sayang pada awal awal bab, penulisan nya masih kurang. EYD nya serasa tidak pas. Lalu, cerita yang digambarkan tidak terlalu detil memang isu isu yang dituliskan adalah cerita lama yang pernah terdengar. Penulis hanga menceritakan apa itu peran dokter forensik di dalamnya dan keterlibatan beliau yang saya rasa tidak terlalu spesifik (terkesan tidak mau terlalu terbuka, mungkin bahaya jika publik sampai tahu semua). Tapi overall cukup pas bagi orang awam yang ingin mengetahui pekerjaan dokter forensik.

  • Haris Wicaksono
    2018-12-11 10:44

    Sebuah rekam jejak dari seorang ahli forensik kebanggaan Indonesia, almarhum dr. Abdul Mun'im Idries. Kata 'mayat' dan 'otopsi' terdapat hampir di tiap halaman. Hanya satu yg membuat buku ini PHP, pada kematian bung Karno dan Munir saya menyangka beliau terlibat langsung dalam aktivitas otopsi jenazah mereka sesuai dengan endorse yg ada pada sub judul. Harapannya akan ada informasi yg objektif atau bahkan informasi anti-mainstream dibalik kematian mereka. Ternyata beliau tidak terlibat. Tetapi hanya memberikan pendapatnya dari sudut pandang forensik terhadap kematian dua tokoh besar tersebut. Bagi civitas ilmu forensik dan hukum atau bahkan pecinta misteri pembunuhan, buku ini akan lebih nyambung jika dibaca oleh kalian.

  • Truly
    2018-12-02 10:41

    http://trulyrudiono.blogspot.com/2013...Saya merasa tidak amanBukan salah buku ini juga, tapi mau bagaimana. Selesai menuntaskan buku ini saya merasa banyak hal yang patut diwaspadai Banyak konspirasi dan hal misterius yang terjadi di sekitar kita. Jadi tidak tahu mana kawan dan lawan mana yang benar dan yang salah, semua serba kabur. Bahkan berita di televisi hari menyatakan ada pihak yang tidak percaya pada hasil otopsi manager cantik yang meninggal di Bandung. Mereka meminta dr. Abdul Mun’im dengan kemampuan internasional untuk melakukan otopsi ulang. Sebuah kepercayaan atas kinerja dan sikap beliau yang apa adanya, semua demi keadilan semata.---------------

  • Karya
    2018-11-20 11:36

    Saya sebenarnya penikmat novel (romance, young-adult) ketimbang buku yg seperti ini. tapi entah kenapa membaca buku ini saya nggak merasa mengantuk dan bahkan menyelesaikannya dalam satu hari. mungkin pembahasan mengenai hal yg belum pernah saya ketahui membuat buku ini menjadi menarik. Tentang prosedur autopsi gitu loh, gimana saya bisa merem.hanya saja penjelasan yg berbelit-belit dan fokus yg diulang-ulang membuat saya menjadi sedikit kebingungan sehingga perlu membacanya dua kali.overall, penjelasan mengenai forensik bermanfaat untuk nambah-nambah pengetahuan walaupun saya kira awalnya buku ini lebih terfokuskan pada penjelasan kasus Soekarno hingga Munir.

  • Siti Lady
    2018-12-11 17:44

    Tertarik buat beli buku ini karena berisi tentang pengungkapan kasus kejahatan di Indonesia lewat dunia kedokteran forensik. Awalnya antusias banget tapi lama kelamaan jadi bosen. Padahal penulis sepertinya ingin menyampaikan tulisannya untuk orang awam yang kurang mengerti tentang hubungan antara dunia kedokteran forensik dengan pengungkapan suatu kasus kejahatan, tapi cara penulisannya menurut saya masih agak susah dimengerti. Kasus yang paling menarik perhatian saya iaitu tentang kematian Munir. Akhir sekali, buku ini sepertinya lebih cocok untuk mereka yang sedang menempuh pendidikan kedokteran forensik ;)

  • Yuli Pritania
    2018-12-17 13:31

    Hmmm... there is no something special here. Nggak ada sesuatu yang mengejutkan, nggak ada detail-detail mengerikan. Padahal ngarep banget ama buku satu ini, pengen dapet pelajaran2 forensik gitu. Tapi sayangnya harus menelan kekecewaan. Semua yg dibahas di buku ini udah saya ketahui semua, jadi nggak ada pengetahuan baru yang saya dapatkan (akibat keseringan baca novel2 detektif dan thriller). Bahkan saat menuju bagian akhir, saya berakhir ketiduran (siapa suruh baca di tempat tidur?) Tapi saya penggemar beratnya penulis, jadi okelah.

  • Anggi Hafiz Al Hakam
    2018-11-24 15:29

    Kebenaran, sedalam apapun disembunyikan ia akan menampakkan dirinya. Kesan itulah yang saya dapat dari pembacaa buku ahli forensik yang sangat berpengalaman mengolah berbagai kasus besar di Indonesia. Saya kagum, bahwa dengan kesibukannya beliau masih mampu menuliskan pengalamannya menangani kasus-kasus besar. Sebut saja Tragedi Trisakti dan Tragedi Semanggi. Lalu, mengenai kasus kematian aktivis HAM, Munir. Usaha beliau dalam menyibak fakta-fakta tersembunyi patut diacungi jempol dan diapresiasi setinggi-tingginya, ditengah usaha pihak-pihak yang berkepentingan untuk menyembunyikannya.

  • Nurul Inayah
    2018-11-18 16:36

    Layaknya membaca diktat kuliah hukum, kedokteran, atau kepolisian (mungkin). Ini adalah wawasan yg sangat penting terutama bagi wawasan kebangsaan. Banyak hal yang baru saya tahu dari buku ini. Informasi ilmiah tentang kedokteran juga sangat berarti. Kekuranganya cuma kurang struktural saja. Mana bagian yang sekarang, mana yg kutipan dari media masih bercampur. Buku ini saya baca justru setelah kematian penulisnya. Ibarat surat wasiat saja..

  • nur'ainitri wahyuni
    2018-12-19 10:24

    saya pikir isinya beneran mengupas tuntas kasuskasu yang masuk dalam jajaran "X Files" tapi ternyata endingnya gantung, yaa mungkin penulis juga ga mau tergesatega ambil kesimpulan siih yaa tentang penyelesaian kasuskasus tsb meskipun mungkin beliau sudah mendugaduga siapa pelaku sesungguhnya. sayang, sih. buku pertama ini meskipun dikasih label best seller ga ((belum)) bikin saya jadi kepengen baca buku keduanya :)

  • Fatih
    2018-11-21 16:35

    Ditulis dengan rinci sesuai pengalamannya sebagai dokter forensik yang menjalani berbagai pengalaman menarik seputar identifikasi jenazah. Dibahas juga mengenai hukum-hukum yang berlaku dalam proses pengadilan dan sangkut-pautnya dengan ilmu forensik. Berbagai kasus ia kemukakan baik yang masih menjadi misteri maupun yang sudah selesai. Mulai dari pembeberan kasus" pelanggaran HAM, narkotika, hingga kejahatan seksual.

  • Primadonna
    2018-12-02 12:47

    Mungkin aku berharap terlalu banyak dari buku ini. Atau mungkin judulnya terlalu berlebihan. Beberapa misteri tetap menjadi misteri. Pembaca hanya bisa menduga-duga, siapa "dalang" dari banyak kasus di Indonesia.Sebenarnya ini membuatku agak ngeri juga. Jadi bertanya-tanya kan, selama ini berapa banyak yang disembunyikan dari publik?

  • Syifa Adiba
    2018-12-11 14:28

    Suka banget sama buku ini. Sarat darah, kekejaman, dan drama. Khas pembunuhan. Nggak disaranin buat ibu hamil dan orang yang punya ketakutan berlebih pada darah. Bisa pingsan *lebei* kalo baca nih.Yang jelas, buku ini mungkin bisa jadi referensi novelis suspense atau genre pembunuhan untuk membuat atau mereka adegan pembunuhan. Sangat menarik!

  • Tantri Setyorini
    2018-11-25 10:33

    Sayang juga sih, ternyata isinya nggak seheboh yang aku bayangkan. Bisa dibilang cukilannya yang dimuat di Intisari itu aja udah mewakili 75 persen dari isi bukunya sendiri.Tapi tetep, makasih buat my girls udah ngadoin buku yang udah lama aku pinginin ini :)

  • Adwina Ralston Cumberbatch
    2018-11-26 09:34

    sayang setiap kejadian kurang dirinci, dan lebih ke opini publik mengenai kasus2 tidak terselesaikan daripada opini pribadi si penulis.then again, Indonesia emang punya sejarah hitam mengenai hal yang berkaitan dengan HAM. dont get me started on what happened back in 1998.

  • Aria Anggana
    2018-11-22 13:49

    Membaca buku ini, membuat saya makin kagum akan dunia forensik. kagum sama dr. Mun'im :3well, baca buku ini berasa banget ngerinya hidup di zaman orba. bekal untuk sekarang, mau orba jilid 2? aku sieh ogah *bukan kampaye hitam*

  • Ariestanabirah
    2018-11-30 14:41

    Saya suka dengan penuturan dr.Mun;im Idries mengenai kasus-kasus yang menyeret dokter forensik ~

  • Indah Threez Lestari
    2018-12-15 09:49

    519 - 2013

  • Nesia
    2018-11-29 16:31

    Menurut saya buku ini menarik, banyak ilmu pengetahuan yang bisa saya ambil dari sini.

  • Diana Fithriah
    2018-12-05 14:50

    Ngeri banget pas baca bagian Marsinah dan Munir....

  • Johan
    2018-12-12 16:38

    Tidak ada X Files nya. Cuma kumpulan tulisan lama.

  • Irene J.
    2018-11-18 13:29

    Technically speaking, this is a good book. It represented the author very well. But somehow I couldn't get any proper closure in some parts. Quite dissapointing for me.

  • Feber Kurniawan
    2018-12-08 10:35

    jadi tau ternyata orang meninggal masih bisa meninggalkan pesan

  • Annisa MoeL
    2018-12-14 17:24

    Wokeh akhirnya selesai juga. Buku yang berat. Hehe..

  • Afif Muzakky
    2018-12-09 09:36

    this book is very awesome