Read Suluk Abdul Jalil: Perjalanan Ruhani Syaikh Siti Jenar by Agus Sunyoto Online

suluk-abdul-jalil-perjalanan-ruhani-syaikh-siti-jenar

Buku-buku yang ditulis belakangan tentang tokoh kontoversial ini sekedar menjelaskan sebab musabab kenapa dia dihukum. Orang hampir tidak pernah disuguhi riwayat pribadinya sebagai manusia beriman...

Title : Suluk Abdul Jalil: Perjalanan Ruhani Syaikh Siti Jenar
Author :
Rating :
ISBN : 9793381175
Format Type : Paperback
Number of Pages : 334 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Suluk Abdul Jalil: Perjalanan Ruhani Syaikh Siti Jenar Reviews

  • Albuqeisy
    2018-12-11 16:33

    islam

  • nanto
    2018-11-22 10:42

    Buku ini saya baca dikarenakan rujukannya yang berbeda dari rujukan umum yang digunakan. Namun begitu, penulisnya lebih nyaman untuk menuangkan dalam bentuk fiksi dibandingkan dengan naskah akademik dalam penyajiannya kepada pembaca. Jadilah ini sebuah fiksi sejarah. begitu kah? tapi beberapa rujukannya sebenarnya senada dengan beberapa buku lain, semisal ada bagian cerita yang beririsan dengan buku Arus Balik dari Pramoedya Ananta Toer. Tapi karena ini fiksi, oleh karenanya setiap ada informasi yang "berbeda" sulit untuk memverifikasi sumbernya. Hingga ke buku ke-7 pun, hanya beberapa sumber yang dicantumkan yang saya rasa masih ada rujukan lain di luar buku ini.Beberapa hal yang berbeda dengan alur umum yang diakui oleh masyarakat luas seperti keanggotaan dari wali sanga. buku ini akan memberikan sajian yang berbeda dengan melihat tarikh kehidupan dari tokoh2 yang umum diakui sebagai anggota wali sanga. nama-nama seperti sunan kalijaga dan sunan kudus tidak berada dalam keanggotaannya karena mereka tergolong anak muda yang puncak kegiatan keagamaannya berada agak dibelakang waktu wali sanga seperti sunan ampel.persoala perkembangan kerajaan islam dan kekuasaan lokal yang bercorak hindu budha. bagaimana interaksinya, apakah melulu dalam konstelasi perang dan persaingan, buku ini banyak menceritakan hal-hal yang lebih berwarna. bahwa perluasan keagamaan tidak melulu didorong oleh semangat "dakwah" tetapi juga karena persoalan konflik kepentingan dan ambisi politik semata. di sini pertikaian nilai antara agama sebagai sebuah nilai luhur dan politik yang berurusan dengan kekuasaan, apalagi pada massa itu kekuasaan masih identik dengan darah/nasab.penggambaran dakwah syek siti jenar yang dikenal dengan pendirian pedukuhan lemah abang cukup menarik. sebagai seorang pendakwa yang pada intinya mirip dengan seorang komunikator, ia harus mengetahui inti ajaran dan sekaligus konstruk pemikiran dan budaya audiens yang didakwahinya. dalam uraian "fiktif" ini agus sunyoto mencoba memperlihatkan bahwa apa yang dilakukan syek siti jenar adalah mengubah konsep kawulo-gusti yang menjadi dasar umum konstruk budaya setempat. pengubahan itu dengan memperkenalkan konsep diri/aku. yang sesungguhnya berangkat dari ajaran tasawufnya yang berpusat pada pengenalan Sang Aku.individu yang merdeka yang menjadi landasan ideal audiens dakwahnya itu yang disebarkan. di sini pula pada dasarnya pengenalannnya kepada ajaran setempat yang membuat ia tidak serta merta membagi-bagi masyarakat berdasarkan ajaran, tetapi berdasarkan kemampuan pengenalan ke-aku-annya masing-masing yang menjadi modal untuk menuju Aku.kondisi demikian tidak serta merta mudah untuk dijalani. bayangkan saja Musa yang mencoba mememerdekakan bangsanya yang telah dicengkeram perbudakan selama berabad-abad. mentalitas budak itu menjadi sangat mudah takut terhadap tantangan dan cenderung aman dalam bayang-bayang kekuasaan pengusa meskipun ia zalim. demikian pun dalam konteks ranah tanah jawa dwipa. keakuan baik itu kawula, maupun abdi yang ada di tanah majapahit dan padjadjaran menjadi salah satu tantangan dalam dakwahnya. di sini bisa saya maknai, apa yang dilakukanya dalam melakukan perubahaan sosial (social engineering) dilakukan berpusat pada kesadaran pribadi dalam bentuk komunal pedukuhan lemah abang. bibit itu yang disebarkan di seluruh pelosok jawa.bersambung-

  • Palsay
    2018-11-28 14:28

    Buku kedua dari biografi Syaikh Abdul Jalil ini sangat penting artinya dalam memahami hal-hal yang mendasari prilaku Abdul jalil di kemudian hari. Penuh berisi dengan pengalaman ruhani yang seringnya tidak masuk akal (ya iyalah...namanya juga ruhani) juga dipenuhi istilah-istilah Arab yang tidak saya mengerti. Sang Penulis dengan kejamnya sengaja tidak memberikan glossary, dengan alasan tidak ingin mempengaruhi obyektivitas dari istilah-istilah yang digunakannya (ini salah satu contoh sulitnya berkomunikasi dengan orang-orang tasawuf..hehehe)Meski ada beberapa penggambaran yang tidak dapat saya percaya, (walaupun demikian saya dapat memahami) misalnya ada seorang aulia yang menghadiri majelis dengan menunggang sejadah terbang atau aulia lain yang menunggang srigala dan keanehan-keanehan lainnya, yang menurut saya mustahil dilakukan tanpa bantuan mahluk halus. (which is, I strictly against it!)Saya pribadi kurang dapat menikmati buku kedua ini karena terlalu banyak istilah yang tidak saya mengerti, termasuk kejadian-kejadian yang tidak masuk akal yang menyimpang dari prinsip rasionalitas saya.tapi saya mendapat pengetahuan baru tentang perkawinan dalam kerangka Islam yang dikaitkan dengan ayat AQ memang selaras. Sesungguhnya manusia hidup di dunia ini adalah untuk menuju kepadaNya, dan perkawinan sebagaimana amaliah lainnya hanya meupakan sarana untuk menujuNya, dengan membersihkan diri dari kecintaan terhadap segala yang selain Allah SWT.wow...(mo lebih jelas lagi? makanya baca deh buku ini ;-P)jadi ga sabar baca buku ketiganya nih...